Duduk seharian adalah “merokok baru”. Bahkan bila kita menjalani pola makan sehat dan olahraga teratur, duduk 8 jam sehari tetap berakibat negatif bagi tubuh.

Terlalu banyak duduk sudah terbukti memicu penyakit kanker, obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Berdiri, sebaliknya, bisa memperbaiki kadar gula darah, mencegah timbunan lemak, dan menurunkan kadar Kolesterol, karena posisi tubuh ini merangsang aliran darah ke seluruh tubuh.

Walau pekerjaan mengharuskan Anda bekerja di belakang meja, bukan berarti sebagian besar waktu kita di kantor harus duduk. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memotong waktu duduk.

Salah satu yang terbukti efektif adalah lebih banyak berjalan kaki. Para pekerja kantoran disarankan untuk menggandakan waktu mereka berjalan-jalan di sekitar kantor dibanding sebelumnya.

Yang kita perlukan untuk melakukannya adalah alas kaki yang nyaman. Tentu saja para karyawati perlu menyimpan high heels mereka di meja jika tidak diperlukan, dan menggantinya dengan sneaker.

Penelitian selama setahun menunjukkan, berjalan kaki di sekitar kantor bisa mencegah kegemukan. Para partisipan yang meluangkan waktu 15 menit jalan kaki membakar kalori tiga kali lipat dibanding karyawan yang duduk diam. Kalori yang terbakar sekitar 130 setelah jalan kaki 15 menit.

Manfaat lainnya adalah memperbaiki kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes.

Tidak sulit membuat kebiasaan jalan kaki. Misalnya dengan memarkir kendaraan agak jauh, melakukan jalan cepat di waktu istirahat makan siang, atau datang menghampiri meja kerja kolega di departemen sebelah ketimbang menelponnya.

Perubahan kecil ini jika dilakukan konsisten dan terus ditambah waktunya, tentu akan menghasilkan sesuatu yang bermakna.