Ketika duduk terlalu lama di kantor sudah jadi keseharian, kita perlu berolah raga untuk menjaga kesehatan. Riset terbaru di jurnal Lancet mengatakan, duduk delapan jam sehari itu jadi tak bahaya asalkan berolah raga satu jam sehari.

Hubungan antara duduk dan kematian sudah diteliti demikian ekstensif dan sudah diliput luas oleh media massa. Riset baru ini tidak meneliti data baru tetapi mengombinasikan 16 penelitian dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Menggunakan data ini, peneliti mampu secara langsung membandingkan tingkat kematian di periode waktu tertentu dengan kadar waktu duduk yang berbeda serta aktivitas fisik.

“Meneliti efek bersama dua perilaku ini amat penting karena sebagian besar masyarakat melakukan dua perilaku itu setiap hari,” kata peneliti.

Gaya hidup kurang gerak memang berhubungan dengan peningkatan risiko kematian. Tetapi, semakin aktif masyarakat ketika di luar kantor, semakin turun risiko itu. Dan mereka yang melakukan olahraga setiap hari paling tidak 60 sampai 75 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang mengalami peningkatan risiko yang menghilang sama sekali.

Faktanya, mereka yang duduk sekitar delapan jam sehari tetapi juga ada di kelompok paling rajin olahraga sebenarnya mengalami penurunan risiko kematian dibandingkan dengan yang duduk empat jam atau kurang, tetapi paling sedikit (sekitar lima menit sehari) berolahraga.

Periset pun meneliti secara khusus pada studi mengenai nonton TV, bukan hanya duduk saja. Sekali lagi, mereka menemukan terlalu banyak kurang gerak, dalam hal ini paling tidak lima jam sehari nonton TV berhubungan dengan kematian dini.

Tetapi mereka juga menemukan perbedaan signifikan. Dalam studi-studi ini banyak melakukan olahraga tampaknya menurunkan risiko kematian, bukan menghilangkannya.

Para periset belum tahu mengapa tetapi mereka berspekulasi menonton TV juga melibatkan aktivitas ngemil dan duduk sehingga membuat efek berbahayanya sulit diatasi dengan olahraga saja.

Salah satu peneliti Ulf Ekelund, PhD, profesor kedokteran olahraga dari Norwegian School of Sports Sciences di Norwegia mengatakan olahraga intensitas sedang sejam sehari bagus bagi banyak orang. Ia menekankan rekomendasi itu tidak sama untuk semua orang.

“Aktivias fisik yang lebih sedikit juga bermanfaat,” katanya. Dan bagi orang yang sudah berolahraga satu sehari, mereka tak perlu berhenti di sana atau menggunakannya sebagai alasan untuk bermalas-malasan di sisa hari.

“Hasil penelitian ini menemukan semakin jarang kita duduk atau nonton TV, semakin aktif justru semakin baik. Pesan utamanya adalah duduk lebih jarang, bergerak lebih sering lebih baik,” katanya.

“Ini juga bukan berarti kita harus di gym sepanjang waktu,” kata Pam Peeke, MD, juru bicara nasional American College of Sports Medicine dan penulis Fit to Live. Aktivitas fisik dapat dilakukan sepanjang hari.

“Bangkitlah setiap lima sampai sepuluh menit setiap jam ketika harus duduk di kantor,” sarannya. “Naik turun tangga, jalan dan gunakan telepon, jangan gunakan headset,” imbuhnya.

Sebisa mungkin jadwalkan waktu olahraga. Misalnya ikut kelas yoga pagi atau lari bersama teman di pagi hari. “Semua itu bermanfaat dan bakal menyelamatkan nyawa Anda,” katanya.